Rabu, 31 Agustus 2016

Berpikir tenteng Energipun Dapat Menyebabkan Overload Energi

Mempelajari Kundalini mungkin tidak akan ada habisnya, semakin dipelajari, dipahami, dimengerti secara teoritis maupun langsung ke energi itu sendiri. Maka semakin banyak yang tidak diketahui, tidak dipahami. Cara pintas mempelajari Kundalini salah satunya adalah langsung melalui pengalaman spiritual praktisi kundalini yang terlebih dahulu mengalaminya, hanya butuh usaha, semangat dan tata-krama yang baik untuk selalu menggali pengetahuan dan pengalaman berenergi kundalini.

Saya sering bertanya-tanya sendiri, apakah hanya energi yang ada istilah overload?

Bagaimana dengan pemahaman/rasa tahu (pengetahuan) dengan energi itu sendiri, dapatkah mengalami overload?

Seseorang yang sedang mengalami permasalahan yang berat di dalam hidupnya, dia membutuhkan teman yang mau mendengarkannya, butuh teman yang mau memberi solusi/mensupportnya, butuh teman yang dapat mengeluarkannya dari masalah yang dihadapinya, dan seterusnya.

Orang yang bahagiapun butuh teman mencurahkan kebahagiaannya.

Lalu, bagaimana dengan pemahaman/rasa tahu (pengetahuan) dengan energi kundalini? Dapatkah overload? atau dapatkah ketidak inginan berbagi pemahaman/rasa tahu (pengetahuan) akan energi kundalini dapat mempengaruhi energi didalam tubuh praktisi, dapatkah menyebabkan overload? atau sebaliknya yang malah mempercepat overload pada praktisi?

Jawaban ;
Bisa dan dapat menyebabkan overload, hanya tergantung lagi besaran overloadnya lagi, alasannya→ jika sudah terhubung antara otak, hati dan energi atau saat anda sedang berpikir energi saja akan menggerakkan energi anda. Apalagi jika anda berteori akan lebih menggerakkan energi lagi.

Dan kenapa dalam tulisan yg non copas akan terasa energinya, karena saat menulis otak, dan hati akan menggerakkan tulisan degan energi anda, kalau dalam puisi atau novel disebut ada jiwa dalam tulisanya.



Master Abal-Abal Menurut Anda Yang Bagaimana? Apa Standar Keenergian Anda Dalam Menentukan Tahap Pencapaian Olah Energi.

Maaf sebelumnya Saudara, jujur adanya, saya bukan seorang master, praktisi juga belum, tetapi bagi saya pribadi, mencari banyak informasi tentang berbagai aliran keenergian begitu sangat menarik dan sangat membantu mencari keenergian yang bagaimana yang sesuai untuk diri saya dan keyakinan saya.

Jadi, sebenarnya saya sedikit keberatan dengan adanya istilah abal-abal ataupun master abal-abal didalam dunia keenergian, karena dapat dianalogikan pemahan berenergi kita masih menganut prinsip hanya pemahaman keenergian kita yang paling benar, kesimpulannya apakah setiap orang memiliki kemampuan yang sama? baik dari merasakan sensasi yang saat menerima atau sedang memberi untuk energi yang sama? (sealiran)

Jika dari segi sensasi saja sudah dapat berbeda, bagaimana mungkin pemahaman akan energi dapat disamakan?  Apakah sejak pertama kali di shaktivat, Attunemant, Inisiasi penerima Shaktivat, Attunemant, Inisiasi akan memiliki pemahaman dan perkembangan memahami dan mengolah energi sama tahapan perkembangannya? Atau apa yang dialami setiap orang baik secara keenergian maupun visual sama dalam proses berlatih energi? Bagaimana bisa menyamakan pemahaman akan energi? Masih banyak lagi perbedaannya kan?

Yang membuat saya bingung, seandainya pemahaman berenergi dapat dikonsep melalui proses uji materi dan perdebatan yang panjang sehingga terwujud satu konsep untuk dipedomani, bersediakah semua praktisi dirangkul untuk menjadi satu aliran? Kebanyakan aliran energi benar-benar sangat membingungkan, tetapi mungkin ini faktor dari perbedaan pemahaman baik dari jenis, karakter, asal energi, dll yang membuat energi itu unik dan praktisinya mengelompokkan diri menjadi aliran A, aliran B dsb.

Lalu bagaimana istilah master abal-abal akan tepat sasarannya?

Air Beriak Tanda Tak Dalam

Air beriak tanda tak dalam adalah salah satu peribahasa bahasa indonesia yang seringkali dipakai untuk menggambarkan bahwa orang yang banyak bicaranya biasanya justru ilmunya dangkal.

Peribahasa lain yang memiliki makna sama adalah tong kosong nyaring bunyinya.

Mungkin kita pernah mendengar atau membaca peribahasa air beriak tanda tak dalam, mungkin akan terbersit rasa penasaran tentang arti atau maknanya.

Berikut ini sedikit penjelasan mengenai arti peribahasa air beriak tanda tak dalam disertai dengan contoh penggunaannya dalam suatu kalimat.

Arti peribahasa air beriak tanda tak dalam :
Orang yg banyak cakap (sombong, angkuh, berbicara, bersikap merendahkan, dsb) ditandai orang lain biasanya kurang ilmunya. Orang yang terlalu banyak berbicara adalah orang yang tidak terlalu paham masalah pembicaraannya. Orang bodoh selalu berlagak pintar dan banyak omong.

Seringkali peribahasa ini dipakai untuk menyindir secara halus atau memberikan nasihat kepada seseorang agar tidak terlalu bergaya sok pintar.

Dengan disindir demikian diharapkan orang tersebut akan bisa bersikap lebih bijak, seperti ilmu padi yang semakin tua semakin merunduk yang artinya orang yang tinggi ilmunya akan semakin rendah hatinya.

Contoh penggunaan peribahasa air beriak tanda tak dalam di dalam kalimat :

Kalau ada orang asal berbicara tapi tidak mengetahui duduk perkaranya berarti orang itu ibarat air beriak tanda tak dalam.

Penjelasan arti peribahasa air beriak tanda tak dalam di atas bukan berdasarkan dari kamus peribahasa bahasa indonesia yang diterbitkan oleh suatu instansi resmi, akan tetapi berdasarkan apa yang saya pahami.

Pertanyaannya;
*Disituasi yang bagaimana peribahasa air beriak tanda tak dalam akan tepat maknanya saat ini,
*Apakah di era millenium ini, peribahasa air beriak tanda tak dalam masih efektif, dimana kita ketahui semua orang dimana-mana sekarang rata-rata memiliki pendidikan untuk menunjang wawasan dan pengetahuannya.
*Benarkah di era millenium ini, orang yang diam, sebenarnya sungguh-sungguh orang yang memahami, mengerti banyak hal? sebagaimana pepatah ilmu padi, semakin tua semakin menunduk. Lalu jika seperti itu, bagaimana anda memikirkan dunia pendidikan yang sudah tidak menjadi milik sekelompok orang? Bagaimana pengetahuan akan berkembang sampai ke hal-hal yang terkecil jika Diam adalah pilihan agar kita sesuai dengan peribahasa ilmu padi?
*Apakah ada kemungkinan peribahasa air beriak tanda tak dalam dipakai pada jamannya untuk mencekal kelompok tertentu sebagaimana kita ketahui ada beberapa era di Indonesia, era kejaraan, penjajahan misalnya. Atau bisa jadi kemungkinan pada jaman itu ada beberapa dunia pendidikan, dengan banyaknya pertanyaan berdasarkan keingin-tahuan pelajarnya, karena masih terbatasnya ilmu pengetahuan sebagai sumber pemecahan dari pertanyaan sehingga timbul pepatah air beriak tanda tak dalam sebagai jurus sakti untuk mencekal pelajar, ilmuan maupun masyarakat pada jaman kerajaan, penjajahan untuk tidak banyak bertanya dan mungkin pada era itu bertanya maknanya tidak banyak wawasan ilmu pengetahuan dan jika ingin tahu, iya mesti cari sendiri agar terhindar dari pengertian peribahasa air beriak tanda tanda tak dalam.
*Bagaimana menurut anda pepatah air beriak tanda tak dalam di era millenium ini? Pada saat bagaimana pepatah air beriak tanda tak dalam akan tepat penempatan pada era millenium ini baik dari segi tutur kata dalam penyampaian ide, gagasan, wawasan, pengalaman?

Salam _/|\_

SADAR

Menyadari kita tidak memiliki apa-apa tentang dunia dan diri kita, kita tidak memiliki kuasa apapun, kita tidak pernah memiliki daya, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Menyadari semua yang bergerak, segala yang diam, yang terbang dan yang mati tenggelam, yang berbahagia dan murung terluka, semua kenangan masa lalu, saat ini dan kejadian yang yang akan datang adalah hanya kehendak dan ketetapanNYA, adalah Wujud keadilan, kuasa dan kesempurnaan dari kasih sayangNya semata.

Sadar adalah sebuah kemenangan, kemerdekaan, ikhlas, bebas terlepas, disaat ibadah tak membuat rasa bangga, congkak, lebih suci, lebih dekat dengan Tuhan, penderitaan tidak membuat berputus asa, ketidak-adilan terasa tidak memberatkan, kehilangan yang tak menumbuhkan kecemasan, caci maki, cercaan, fitnah terdengar bagaikan tangga tangga nada, tangis dan tawa terasa sama, tak ada beda(hampa).

Sadar bahwasanya sesungguhnya kita tidak berarti (fana) tanpa penyertaanNya.

Sadar bahwasanya sesungguhnya kita tidak dapat berpisah dariNya walau sedetikpun.

Sadar bahwa kekuasaanNya kekal dan abadi, tidak seorangpun yang mampu memodifikasi, memusnahkan.

Sadar bahwasanya Ia Agung dari segala mahluk yang pernah ada.

Sadar Ia adalah Sang Maha Esa (Alpa & Omega ).

Thomas Aquinas  mengajarkan, Allah dalam pandangannya yang mencerminkan pengaruh filsafat Aristoteles dari zaman Yunani klasik: sebagai "ada yang tak terbatas" (ipsum esse subsistens).

*Allah adalah "zat yang tertinggi", yang memunyai keadaan yang paling tinggi.

*Allah adalah penggerak yang tidak bergerak.

Lahir c. 1225, Aquino, Kerajaan Sisilia,

Wafat 7 Maret 1274, Fossanuova Abbey, Kerajaan Sisilia


Manusia Tanpa Ilahi, Tak Dapat Berbuat Apa-Apa.

Manusia memiliki kendali penuh atas dirinya baik dalam menentukan pilihan, niat, perbuatan maupun tujuan yang berhubungan dengan akal-budi untuk hal-hal yang baik maupun yang jahat, artinya manusia tidak dikendalikan secara otomatis seperti sebuah sistem program energi, Sang Ilahi memberikan hak penentuan sikap sepenuhnya.

Sang Ilahi memberikan/mengabulkan apa yang kita minta dalam arti bukan secara langsung, tetapi melalui proses kehidupan manusia itu sendiri, jika manusia meminta diberikan kekuatan maka kekuatan itu diberikan sesuai dengan kemampuan manusia itu sendiri, ntah bagaimana manusia akan memanfaatkannya Sang Ilahi tidak akan mengekang manusia. Semua tetap manusia itu sendiri yang menentukan sikapnya, tetap setia atau malah menjadi Tuhan bagi diri sendiri, Sang Ilahi tidak akan mengendalikannya.

Kesimpulannya, manusia memiliki integritas penuh terhadap penentuan sikap terhadap Sang Ilahi, tentu masing-masing sesuai dengan kapasitasnya sendiri-sendiri. Saya ibaratkan, disaat saya rajin beribadah dan berbuat baik, saya mampu mengangkat besi seberat 70 Kg, lalu kemudian hari saya sudah tak ada niat beribadah dan perbuatan sayapun sudah hanya merugikan, menyakiti orang lain, tetapi saya tetap memiliki kekuatan untuk mengangkat besi 70 Kg, saya hanya tidak mampu mengangkat beban 70 Kg lagi, jika saya sudah sakit-sakitan dan tua karena bertambahnya usia. Sang Illahi tidak akan mengambil apa yang sudah kita miliki( dalam kontek pengetahuan, tenaga, kekuatan or energi), serta anugerah, Ia akan menambah sesuai permintaan kita tentu sesuai prosesnya, misalnya jika rajin membaca tentu bertambah luas pengetahuannya.

Sebagai mahluk berkeyakinan, kita ada pedoman yang dapat menjadi acuan bahwa semua yang kita dapatkan, semua yang kita perbuat di mintai pertanggung jawabkan pada waktunya.

Benarkah kita tanpa ilahi tidak bisa apa-apa? →

(jawabab saya) Benar alasannya tak sesuatu dayapun kan mampu melepaskan diri dari kontrol Energi ke Maha Ilahiannya, artinya daya tidak memiliki kemampuan menjadi Ilahi. Sekalipun mampu memindahkan gunung, namun semua masih atas izin dan kendaliNya.

Lalu buat apa manusia ada ?

Untuk menguasai, merawat dan memanfaatkan semua ciptaanNya, hanya bagaimana pertanggungjawabannya, tiap-tiap pribadi akan diminta- Sang Ilahi pertanggung-jawabannya tiba pada waktunya.

Minggu, 28 Agustus 2016

Penyelarasan Energi, Sudah Pahamkah?

Boleh senyum jika anda merasa penyelarasan energi sudah tidak asing lagi bagi setiap praktisi dan terkadang temen-teman praktisi mempunyai tehnik sendiri untuk penyelarasan.

Namun terkadang semua hanya dalam teori semata, manakala dituangkan di dalam praktek berenergi akan menjadi nol besar dan besar dan besar sekali.

Tetapi coba anda tanyakan ke diri sendiri dan praktisi-praktisi energi yang lain.

Sudah bisa penyelarasan belum ?

Jawabnya tentu sudah.

Kemudian tanyakan lagi bagaimana cara/tehnik penyelarasan energi ?

Ya begitu,  begini dan lain sebagainya.

Kemudian anda tanya kembali, anda sudah menyelaraskan berapa energi ?

7 energi cakra mas

Kemudian tanyakan lagi, sudah anda kenali 7 energi cakra atau belum ? Atau bagaimana menurut anda energi cakra?

Belum mas... garuk-garuk kepala dah, wk....wk....

Penyelarasan tanpa mengenal energi itu sendiri bisakah berjalan?

Nb :
Belajarlah dari orang buta. Orang buta sebelum penyelarasan dirinya dengan lingkungan akan berusaha terlebih mengenali dahulu lingkungannya.

Kursi di sebelah kiri
Meja sebalah kanan dan lain sebagainya.

Jika mau keluar
Mereka akan berusaha mengenali jalan terlebih dahulu sebelum mereka menyelaraskan dirinya dengan tongkat dan  jalannya.


Logika aja dah...

Tanpa anda mengenali energi bagaimana anda mampu menyelaraskan energi, ndak tahu juga kalau pokoke atau energi itu pintar, mungkin lain ceritanya.



Salam. _/|\_




Ditulis Oleh ; Rex Johannes & Pak Yoja Mohammad

Kamis, 25 Agustus 2016

Fenomena Khusus Alam Gaib

Selain benda-benda yang asli dari alam gaib, ada banyak benda-benda di alam gaib yang asal-usulnya adalah benda-benda yang dulunya milik manusia. Banyak sekali kejadian orang-orang yang sudah meninggal, arwahnya membawa serta benda-benda kesayangannya ke alam roh, bukan hanya benda-benda pusaka, mustika dan jimat, pakaian dan perhiasan, tetapi juga hewan-hewan kesayangan mereka (paling banyak adalah hewan kuda tunggangan, ada juga yang berbentuk kereta kuda). Dalam hal ini benda-benda tersebut tidak diwariskan kepada anak-cucunya, tetapi dibawanya serta bersamanya ke alam gaib.

Selain itu ada juga benda-benda di alam gaib yang asal-usulnya dulu adalah milik seseorang, berupa mustika dan pusaka, yang setelah orang tersebut meninggal dunia, kemudian benda-benda mustika dan pusaka tersebut menghilang sendiri ke alam gaib, karena tidak ingin dimiliki oleh orang-orang yang mereka tidak berkenan, walaupun orang-orang itu adalah anak-cucu keturunan si orang yang meninggal itu.

Kejadian-kejadian tersebut di atas menunjukkan bahwa benda-benda tersebut dulunya tidak diwariskan kepada anak-cucu keturunannya. Dengan demikian jika kita merasa adalah keturunan dari seseorang dan ada benda miliknya yang berada di tangan orang lain melalui penarikan gaib, maka kita tidak bisa mengklaim bahwa benda tersebut adalah hak kita sebagai ahli waris, karena benda itu tidak diwariskan kepada kita. Lagipula mungkin saja orang tersebut adalah juga keturunan si pemilik benda itu, atau melalui penarikan gaib tersebut si pemilik benda itu mewariskan bendanya itu kepada orang tersebut, bukan kepada kita.

Ada juga mustika dan pusaka yang aslinya adalah milik bangsa jin atau mahluk halus lain. Ada yang dimiliki untuk dirinya sendiri, ada juga yang diberikan kepada manusia tertentu, yang kemudian setelah urusannya selesai benda-benda tersebut kembali lagi kepada mahluk halus pemiliknya. Selain itu juga ada berbagai macam benda harta karun, baik yang aslinya adalah milik para mahluk halus sendiri, atau juga yang dulunya adalah milik manusia yang diambil oleh mahluk halus dan dimasukkan ke alam gaib.

Selain itu ada juga mustika dan pusaka milik bangsa dewa yang dulu diberikan kepada orang-orang tertentu yang dikasihi dewa, mustika dan pusaka yang sulit dicari tandingannya, karena benda-benda itu adalah milik dewa, yang kemudian setelah urusannya selesai, benda-benda tersebut kembali lagi kepada dewa pemiliknya. Tetapi di alam sana tidak semua mustika dan pusaka itu dibawa-bawa oleh dewa pemiliknya, banyak di antaranya yang diletakkan di suatu tempat yang sulit dijangkau oleh manusia dan keberadaannya sulit untuk diketahui oleh manusia (biasanya diletakkan di puncak-puncak gunung atau di lereng kawahnya).

Mungkin sudah terbiasa kita mendengar cerita di masyarakat tentang orang-orang yang kesambet, kerasukan, ketempatan, atau ketempelan mahluk halus. Tetapi mungkin tidak banyak orang mengetahui bahwa manusia juga bisa ketempelan atau ketempatan benda-benda mustika dan pusaka dari alam gaib. Kejadian-kejadian itu memang langka, tetapi benar terjadi.

Pada masa sekarang ada juga kejadian benda-benda gaib mengikut kepada seseorang. Ada benda-benda pusaka keris / tombak, mustika dan benda-benda harta karun, dsb, masih dalam bentuk gaibnya mengikut sendiri kepada seseorang dengan cara menempel di tubuhnya. Benda-benda tersebut, karena belum mewujud menjadi benda nyata yang sempurna, kebanyakan memberi tuah untuk kekuatan badan (untuk berkelahi) dan menambah karisma wibawa.

Kejadian-kejadian itu ada yang terjadi karena disengaja oleh seseorang, yang dengan kemampuan gaibnya menarik benda-benda gaib tersebut, kemudian ditempelkan ke tubuhnya, tidak diubah menjadi benda nyata.

Sebagian lagi kejadiannya tidak disengaja. Ada orang-orang yang menerima benda-benda tersebut sebagai warisan dari leluhurnya yang sudah meninggal, walaupun meninggalnya sudah berpuluh-puluh atau beratus-ratus tahun yang lalu. Sebagian lagi terjadi karena benda-benda tersebut datang sendiri mengikut kepada seseorang.

Mahluk halus banyak yang datang sendiri kepada manusia. Ada yang menjadi khodam pendamping, ada yang masuk bersemayam di dalam tubuh manusia, ada juga yang hanya tinggal di rumah kediaman manusia. Dalam hal benda-benda gaib itu berarti mahluk halusnya datang kepada manusia bersama dengan rumah gaibnya.

Benda-benda tersebut, masih dalam bentuk gaibnya, menempel pada tubuh seseorang. Biasanya keberadaan benda-benda tersebut tidak bersifat negatif, biasanya justru akan memberikan manfaat yang positif sesuai fungsi dari masing-masing bendanya. Biasanya juga keberadaan benda-benda tersebut tidak akan menyulitkan proses kematian, karena keberadaannya hanya menempel saja pada energi tubuh si manusia, tidak seperti susuk yang sejak awal memang sudah disatukan dengan fisik dan sukma manusia pemakainya. Tetapi orang-orang yang ketempatan benda-benda gaib itu mungkin akan merasakan sakit pegal-pegal di tubuhnya di bagian yang ketempatan benda-benda gaib itu, atau pusing di kepalanya bila menempelnya di kepala, karena tidak tahan dengan keberadaan energi benda-benda gaib tersebut di tubuhnya dan seringkali juga orang-orang tersebut tidak sadar bahwa sakit pegal-pegal dan pusingnya itu adalah karena dirinya ketempatan benda-benda gaib.

Di luar kejadian-kejadian itu ada satu kejadian luar biasa yang tidak ada padanannya dengan kejadian lain dalam sejarah kehidupan manusia di belahan dunia manapun pada jaman apapun dimana ada seorang manusia jawa yang menerima sedemikian banyaknya benda-benda mustika dan pusaka-pusaka sakti yang dulunya sangat ternama pada jamannya masing-masing. Selain orang itu sendiri mampu menarik memindahkan benda-benda gaib ia juga banyak menerima benda-benda gaib sebagai pemberian.

Berbagai macam mustika dan pusaka sakti tanah jawa yang telah moksa dan menghilang dari kehidupan manusia diwariskan kepadanya oleh para leluhurnya, sebagiannya lagi datang sendiri menggabungkan diri untuk mengikut kepadanya. Mustika dan pusaka-pusaka Dewa, senjata kunta, panah pasopati, senjata cakra, gada bima, dsb, juga diwariskan kepadanya. Bahkan banyak mahluk halus dari berbagai penjuru bumi datang mengikut kepadanya dan memberikan pusaka-pusaka dan benda-benda miliknya sebagai persembahan dan penghormatan kepadanya. Selain mustika dan pusaka, berbagai macam benda harta karun dari alam gaib juga diberikan kepadanya, bahkan ada segunungan emas gaib di bawah rumahnya.

Sedemikian banyaknya benda-benda gaib yang diterimanya, sehingga tidak semuanya dibawanya. Sebagian menempel di tubuhnya, sebagian diletakkan di dalam kamarnya, sebagian lagi diletakkan di halaman belakang rumahnya. Benda-benda itu masih dibiarkan dalam kondisi gaibnya, tidak diubah menjadi benda nyata, dan tidak ada satu pun manusia atau mahluk halus yang mampu merebut benda-benda tersebut darinya, kecuali ia mengizinkannya.

Ini adalah sebuah fenomena gaib yang tidak sembarang manusia dapat mengetahuinya.
Mungkin suatu saat, tidak sekarang, anda juga dapat mengetahui dan mengenal jati diri orang itu.
Sekalipun orang itu tidak mempertunjukkan kegaibannya sehingga tidak banyak orang yang tahu dan menyadari kegaibannya, mungkin dengan cara melihat gaib anda juga dapat menyaksikan sendiri kebenaran fenomenanya.

Dikutip dari Javanese2000. Filosofi Kebatinan, Spiritual, dan Kegaiban.
Javanese2000.

3 Cerita Pendek Zen Mengungkapkan Palajaran Terbesar.

Cerita Zen seringkali singkat, tapi penuh akal dan kebijaksanaan. Mereka adalah bagian besar dari apa yang membuat tradisi ini menarik dan ...