Rabu, 11 Oktober 2017

3 Cerita Pendek Zen Mengungkapkan Palajaran Terbesar.

Cerita Zen seringkali singkat, tapi penuh akal dan kebijaksanaan. Mereka adalah bagian besar dari apa yang membuat tradisi ini menarik dan menarik.

Melalui cerita seperti ini kita melihat sudut pandang lain, cara lain untuk melihat sesuatu, dan dunia lain yang tidak pernah kita ketahui ada.

Baca terus dan kagum bagaimana ketiga cerita zen pendek ini akan berbicara begitu dalam.

3 Cerita Zen Pendek: 3 Cerita Zen Pendek Mengungkapkan Pelajaran Terbesar

1. Tidak ada yang permanen, semuanya berubah.

"Suzuki Roshi, saya sudah mendengarkan ceramah Anda selama bertahun-tahun," kata seorang siswa saat tanya jawab mengikuti sebuah ceramah, "tapi saya tidak mengerti. Bisakah Anda menjelaskannya secara singkat? Bisakah Anda mengurangi Buddhisme menjadi satu frase? "


Semua orang tertawa. Suzuki tertawa.

"Semuanya berubah," katanya. Lalu dia mengajukan pertanyaan lain.

Pelajaran hidup:

Tanaman yang tumbuh, pohon yang sekarat, musim berganti, bayi yang sedang tumbuh, orang tua, semuanya berubah setiap kali berdetik.

Mata telanjang kita tidak bisa melihatnya, tapi segala sesuatu di sekitar kita selalu berubah.

Penderitaan datang saat kita gagal memahami kenyataan ini, terutama saat kita melampirkan satu hal atau gagasan tertentu.

Hidup yang damai berarti kita harus menerima segala sesuatu sebagaimana adanya, dalam keadaan yang tak terbatas.

2. Segalanya adalah titik persepsi.

Dahulu kala, ada seorang petani tua yang telah bekerja bertahun-tahun lamanya. Suatu hari kudanya lari. Setelah mendengar kabar tersebut, tetangganya datang berkunjung. "Kesialan seperti itu," kata mereka simpatik.

"Mungkin," jawab petani itu.

Keesokan paginya kuda itu kembali, membawa tiga ekor kuda liar lainnya. "Betapa indahnya," seru para tetangga.

"Mungkin," jawab orang tua itu.

Keesokan harinya, anaknya mencoba mengendarai salah satu kuda yang tidak bertali, dilemparkan, dan mematahkan kakinya. Para tetangga kembali datang untuk menawarkan simpati mereka atas kemalangannya.

"Mungkin," jawab petani itu.

Sehari setelah itu, pejabat militer datang ke desa untuk merancang pemuda-pemuda masuk tentara. Melihat kaki anak itu patah, mereka melewatinya. Para tetangga memberi selamat pada petani tentang seberapa baik hal tersebut telah terjadi.

"Mungkin," kata si petani.

Pelajaran hidup:

Hal-hal terjadi karena suatu alasan. "Bagus" dan "Buruk", "Positif" dan "Negatif" hanyalah konsep pikiran manusia yang ditentukan oleh persepsi pengamat.

Semuanya dalam fluks konstan. Ini adalah gelombang raksasa.

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan: baik atau buruk, beruntung atau malapetaka.

Koin selalu memiliki dua sisi. Begitu juga hidup.

3. Sebelum segalanya, jagalah dirimu.

Pernah ada sepasang akrobat. Guru itu adalah duda yang miskin dan muridnya adalah seorang gadis muda bernama Meda. Akroon ini dilakukan setiap hari di jalanan agar bisa cukup makan.

Tindakan mereka terdiri dari guru yang menyeimbangkan tiang bambu tinggi di atas kepalanya sementara gadis kecil itu naik perlahan ke puncak. Begitu sampai di puncak, dia tetap tinggal di sana saat guru berjalan di tanah.

Kedua pemain harus menjaga fokus dan keseimbangan penuh agar tidak terjadi cedera dan untuk melengkapi penampilan. Suatu hari, gurunya berkata kepada murid itu:

'Dengarkan Meda, saya akan melihat Anda dan Anda melihat saya, sehingga kami dapat saling membantu menjaga konsentrasi dan keseimbangan dan mencegah kecelakaan. Kalau begitu kita pasti bisa makan cukup banyak. '

Tapi gadis kecil itu bijak, dia menjawab, 'Tuan yang terhormat, saya pikir akan lebih baik bagi kita masing-masing untuk melihat diri kita sendiri. Melihat diri sendiri berarti menjaga kita berdua. Dengan begitu saya yakin kita akan terhindar dari kecelakaan dan cukup makan. '

Pelajaran hidup:

Ceritanya paling bagus menggambarkan bahwa cara merawat orang lain adalah dengan merawat diri sendiri.

Dengan merawat dan memelihara semangat, pikiran, tubuh dan hati Anda, Anda dapat menciptakan dampak positif bagi dunia pada umumnya, hanya dengan yang ada.


Terlepas dari bagaimana Anda menjaga diri sendiri, orang lain sangat diuntungkan oleh sentuhan kehadiran Anda.

Jumat, 06 Oktober 2017

Apakah Anda Takut Mati?

Apakah Anda Takut Mati?
Salah satu kesalahan terbesar yang bisa kita buat adalah menganggap bahwa pengalaman sensual kita tentang dunia adalah semua yang ada. Kelima indra kita sering bisa membuat kita salah. Di alam indera kita, batu adalah batu; meja, meja, kulit, kulit. Namun, batu yang Anda ambil dan rasakan di kulit dan tempat Anda di meja adalah ruang kosong 99,9% - ruang di antara kedua atomnya; Begitu juga kulit dan meja Anda.

Salah satu ketakutan terbesar yang dimiliki banyak manusia adalah ketakutan akan kematian. Rasa takut ini timbul dari beberapa daerah. Semua ketakutan berasal dari segmen primitif otak kita, yang telah saya beri label pada otak otomatis atau AB. Ini primitif karena murni reaktif, diaktifkan oleh apapun yang terdeteksi neuronnya sebagai potensi bahaya, ancaman, atau kerentanan. Refleks yang ditimbulkannya adalah fight-or-flight. Satu-satunya cara AB kita berbeda dari hewan, reptil, atau bahkan serangga rendah adalah bahwa korteks frontal kita lebih berevolusi sehingga bahaya kita dapat terjadi dalam bentuk pemikiran, dari ingatan dan proyeksi yang tersimpan ke masa depan.

Salah satu "bahaya" bawaan universal yang diketahui AB adalah tidak diketahui. Dan tentu saja kematian adalah hal yang sangat tidak diketahui. Tentu, banyak yang mengaku memiliki keyakinan dan keyakinan hebat di alam baka, namun pada saat-saat paling sepi, saat sendirian, AB kita bertahan dan, oleh karena itu, keraguan sering terjadi. Karena, sebenarnya, gagasan tentang kehidupan akhirat loncat dalam menghadapi logika. dan bukti yang didapat dari indra kita.

Jadi, jika hidup kita sekarang adalah semua yang ada, nah, itu bisa sedikit menyeramkan saat kita memikirkannya terlalu banyak. Rasa takut akan kematian adalah akibat dari AB kita yang menyebabkan kita bertengkar atau lari dari pikiran atau gagasan tentang kematian yang tidak diketahui. Intinya, itulah definisi ketakutan saya - manifestasi respons fight-or-flight.

Namun, ingat kesalahan terbesar kita dari paragraf di atas? Kita melihat kematian dari sudut pandang kehidupan. Jika Anda bertanya kepada banyak orang tentang ketakutan terbesar mereka tentang kematian, jika Anda dikuburkan hidup-hidup dalam kotak untuk selama-lamanya. Atau mungkin berjalan dalam ketiadaan mencoba melepaskan diri dari mayat mereka. Ini adalah rasa gelisah yang ekstrem. Di rumah sakit, beberapa pasien memerlukan penggunaan mesin pernapasan saat dalam kondisi kritis. Jika mesin ini tidak bisa melakukan tugasnya, orang tersebut pasti tidak akan pulih. Meski tidak terbiasa lagi, saat sedang berlatih, kami sering menggunakan agen yang melumpuhkan sehingga pasien tidak mau menahan mesin ini, dengan menendang dan menyentakkan tubuh mereka karena kebingungan mental. Sebab jika tabung keluar mereka akan mengambil risiko cedera lebih lanjut. Ketika mereka pulih, saya sering mendiskusikan pengalaman mereka dengan mereka. Beberapa ingat, beberapa tidak. Mereka yang menggambarkan pengalaman berliku-seperti sebuah tabung di tenggorokan mereka, orang-orang di sekitar, namun mereka tidak dapat bergerak. Mereka merasa seperti melompat keluar dari kulit mereka, tapi bahkan tidak bisa mengangkat satu jari pun. Perasaan seperti ini mirip dengan apa yang banyak orang katakan kepada saya sebagai ketakutan akan kematian - mati, tapi masih hidup.

Kita harus mengerti bahwa melihat kematian melalui mata hidup adalah tidak mungkin. Karena otak kita yang lemah tidak dapat merasakan ketiadaan, atau tak terhingga dalam hal ini, bagaimana kita bisa membuat tekad, satu atau lain cara? Dan satu hal lagi-jika pengalaman alamiah kita yang "alami" berasal dari lima indera kita, namun indra-indra tersebut hanya dapat mendeteksi fraksi yang sangat kecil dari struktur sebenarnya, mungkin persepsi kita tentang keilahian supernatural, Tuhan, adalah kemungkinan nyata (ini untuk saya). Sebuah tweak sederhana dalam persepsi dapat membuka kekuatan, kekuatan, dan keyakinan bahwa kita mewakili sesuatu yang jauh lebih besar daripada diri kita sendiri dan ditakdirkan untuk terus berlanjut, bahkan setelah kematian tubuh fisik kita; dengan cara yang tidak sesuai dengan pandangan hidup kita saat ini, namun dengan cara yang kita tidak perlu takut.

© Dr. Charles F. Glassman, CoachMD

Rabu, 28 September 2016

Kundalini Reiki



Aura, cakra, jalur sushumna, jalur nadi, jalur ida dan pingalai  merupakan unsur-unsur penting yang membentuk tubuh eterik. Dalam ilmu-ilmu esoteris tubuh eterik juga disebut tubuh gas. Tubuh gas merupakan hasil emanasi dari beberapa dimensi dalam tubuh fisik manusia. Tubuh manusia terdiri atas   lima dimensi, yaitu tanah,  air, udara,  api, dan  gas. Emanasi dari keempat dimensi itu menghasilkan tubuh eterik. Tubuh eterik mempunyai hubungan erat dengan aura, cakra dan jalur-jalur energi dalam tubuh fisik.
              Ulasan dalam bagian  ini lebih fokus pada fungsi  aura, cakra dan dampaknya bagi kesehatan tubuh, serta bagaimanan jalur-jalur energi bekerja dalam tubuh fisik, sehingga mempengaruhi kualitas kesehatan.
1. Aura
               Aura merupakan energi atau chi yang melindungi atau membungkus tubuh fisik manusia.Lalu bagaimana aura itu terbentuk?  Setelah menerima  attunement seorang praktisi  akan secara langsung berhubungan dengan energi Ilahi. Energi-energi  negatif akan dikeluarkan dari tubuh si praktisi, dan energi yang berada di sekeliling tubuhnya menjadi lebih tebal, kalau dilakukan latihan yang terus menerus. 
               Energi di sekeliling tubuh biasanya membentuk sebuah lapisan pelindung yang biasa disebut dengan aura. Dengan menebalnya lapisan pelindung itu, energi negatif atau pun penyakit akan lebih sulit untuk masuk ke  dalam tubuh si praktisi. Dengan demikian ia akan cenderung lebih sehat.
               Aura manusia terdiri atas aura dalam, aura kesehatan, dan aura  luar. Aura dalam merupakan lapangan energi terang dan bermacam-macam warna yang mengikuti kontur bentuk fisik tubuh. Orang normal dan sehat mempunyai aura dengan jarak kira-kira 10-13 cm dari tubuhnya. Akan tetapi jarak tersebut akan berkurang hingga kira-kira 5 cm atau lebih jika orangnya tidak sehat.
               Aura kesehatan atau sering disebut sebagai cahaya kesehatan berada di permukaan tubuh fisik. Di situ  terdapat cahaya bioplasmik yang menonjol dengan posisi garis tegak lurus. Cahaya ini dinamakan cahaya kesehatan yang saling menyelami dengan aura dalam. Kumpulan cahaya kesehatan ini disebut aura kesehatan. Jaraknya dari tubuh fisik sampai 60 cm dan berfungsi sebagai lapangan kekuatan pengamanan yang menjaga tubuh dari bakteri dan benda penyakit bioplasmik disekitarnya. Racun, sampah, bakteri dan benda bioplasmik dihancurkan oleh cahaya kesehatan terutama yang masuk melalui pori-pori kulit. Jika seseorang lemah, cahaya kesehatan akan layu dan menjadi kusut, maka seluruh tubuh gampang terserang penyakit. Penyembuhan bisa dilakukan dengan menguatkan dan merapikan cahaya kesehatan.
               Aura luar adalahlapangan energi berkilauan lainnya yang saling menyelami dengan aura dalam dan aura kesehatan yang biasanya berjarak 1 meter dari tubuh fisik. Warna aura ini dapat bermacam-macam dipengaruhi oleh keadaan fisik, perasaan dan mental seseorang. Pernah ditelusuri bahwa aura luar dari beberapa orang yang sakit mempunyai lubang dimana energiKi (kehidupan) atau prana merembes keluar oleh karena itu, aura luar bisa disebut juga sebagai medan kekuatan yang menahan dan menjaga bocornya energi prana.
  1. Fungsi Aura
               Aura berfungsi melindungi tubuh fisik dari energi negatif yang berasal dari luar tubuh. Efek yang ditimbulkan bila energi negatif telah menerobos masuk, tubuh fisik akan terganggu atau sakit sehingga akan terjadi hal-hal sbb:
-Kongesti/pembekakan aura
-Penipisan aura
               Penyakit fisik dapat dideteksi secara dini apabila telapa tangan seorang telah peka dalam mendeteksi kelainan pada aura. Biasanya yang terganggun lebih dahulu adalah aura seorang sebelum terjadi gangguan fisik/penyakit.
               Bagaimana  caranya untuk dapat mendeteksi aura, apakah mengalami kongesti atau penipisan? Dengan latihan yang cukup, maka telapak tangan bahkan jari-jari akan peka terhadap sentuhan aura yang sangat halus sekalipun. Pada waktu telapak tangan anda berhadapan satu sama lain latihan sederhana yang membuat tangan anda  peka adalah sbb:
  1. Santai dan tersenyumlah
  2. goyangkan tangan untuk pelemasan
  3. Bukalah telapak tngan dan tempatkan secara berhadapan
  4. Jauhkan kedua tangan selebar tubuh anda dan dekatkan secara perlahan-lahan dan santai.
  5. Ada tekanan antara kedua tangan
  6. Bila didekatkan tearasa ada arus atau getaran
  7. Rasakan juga pada ujung jari anda
  8. Latihan secara teratur dan tekun akan menambah kepekaan tangan.
B. Teknik membersihkan Aura
1. Teknik pembersihan aura harus dilakukan sebelum penyembuhan setelah Reiki.
2. Pembersihan aura sebelum terapi,  akan membuang energi negatif dan menyeimbangkan pola energi tubuh. Jika suatu saat, kepekaan tangan anda meningkat, anda akan merasakan tempat-tempat dimana terdapat energi atau getaran negatif dengan hanya menyentuh aura anda atau pasien anda.
3. Bila anda memberikan terapi ke pasien, usahakan pasien berada dalam posisi berbaring atau duduk dengan nyaman dan santai.
4. Saat anda menyalurkan energi Rei, usahakan dengan  memposisikan telapak tangan anda sekitar 10 cm diatas tubuh pasien, dan sisirlah tubuh pasien dengan satu atau kedua tangan dari posisi kepala ke kaki, dari kiri ke kanan tubuh. Lakukan hal ini dengan membayangkan aura pasien menjadi seimbang dan rata, semua energi dan getaran negatif mengalir keluar.
5. Pembersihan aura setelah  terapi Reiki sangat penting untuk di lakukan. Setelah menerima terapi energi Reiki, energi di dalam tubuh anda telah dimurnikan dan diperlancar aliran energinya. Dalam kondisi ini, tubuh anda akan dengan mudah menyerap semua energi yang ada disekitarnya, baik itu negatif maupun positif. Oleh karena itu anda wajib melakukan pembersihan aura setelah terapi Reiki agar energi negatif tidak menganggu keharmonisan pola energi sehat. Lakukan pembersihan aura dengan teknik yang sama ketika anda melakukan pembersihan aura sebelum memulai terapi.
6. Jika anda telah melakukan latihan Reiki shower, anda tidak perlu lagi melakukan teknik pembersihan aura ini.

2. Cakra
               Dalam bab sebelum sudah diuraikan tentang cakra sebagai pusat-pusat energi tubuh atau energi eterik pada tubuh manusia. Kita mengengal tujuh cakra utama, antara lain, cakra mahkota (di puncak kepala), cakra ajna (di antara kedua alis mata), cakra tenggorokan (di tenggorokan), cakra jantung (di tengah dada), cakra solar plexus (di atas pusar), cakra seks  (pada tulang pelvis), dan cakra dasar (di ujung tulang ekor). Selain itu ada juga cakra minor dan mini. Dalam bagian ini tidak akan diuraikan fungsi cakra atau bagaimana mengaktifkan cakra untuk menghindari pengulangan. Bahasan tentang cakra dalam bagian ini  ditempatkan dalam konteks hubungan dengan tubuh eterik (tubuh eter atau gas).
               Cakra merupakan gerbang energi yaitu tempat keluar masuknya energi dari dan ke dalam diri manusia. Melalui cakra-cakranya manusia melakukan pertukaran energi dengan alam semesta. Ketika anda membutuhkan energi dari alam semesta, maka energi tersebut masuk melalui cakra-cakra anda. Begitupun sebaliknya, ketika anda mengeluarkan atau mengirim energi ke  alam semesta, maka energi itu keluar dari tubuh melalui cakra-cakra anda.
               Manusia sebenarnya memiliki ribuan cakra, yang semuanya melekat pada jalur sushumna. Manusia yang berkesadaran rendah, cakra-cakra yang paling dominan adalah cakra solar plexus, cakra sex, dan cakra dasar. Sementara pada manusia yang telah mencapai kebersihan hati nurani, cakra yang berkembang  adalah cakra jantung. Sedangkan  pada manusia yang berkesadaran tinggi, semua cakra mayornya telah berkembang dengan sempurna.
               Setiap cakra mayor berhubungan dengan karakter  dan  kesehatan tubuh fisik. Ketika ada cakra yang menjadi kotor, maka orang tersebut  akan mengalami masalah dalam pengendalian sifat dan karakter yang berhubungan dengan cakra itu.
               Lalu bagaimana korelasi cakra dengan kesehatan tubuh fisik. Bersihnya semua cakra mayor biasanya didukung oleh bersihnya jalur eteris dan ini berpengaruh pada kelancaran aliran energi. Selanjutnya aliran energi yang  lancar berpengaruh pada kualitas diri, kedasaran, dan kesehatan manusia. Itulah sebabnya pembersihan cakra mayor dan jalur eteris menjadi penting untuk dilakukan, agar dapat mencapai peningkatan  kualitas diri, kesadaran dan kehidupan yang maksimal.
3. Jalur Nadi
               Selain pintu-pintu khsusus (cakra) yang telah disebutkan di atas, anda juga mengenal jalur khusus energi eterik yaitu nadi. Sebagaimana pembuluh darah bertugas menyalurkan darah, nadi bertugas untuk menyalurkan energi Ki atau Chi  ke seluruh tubuh.
               Nadi terbesar pada manusia adalah nadi yang terletak di tengah-tengah tulang belakang, yang disebut  dengan  jalur sushumna. Nadi besar berikut adalah Ida dan Pingala yaitu jalur dingin dan jalur panas yang terletak di samping kiri-kanan dari jalur sushumna. Kedua nadi ini adalah penyeimbang panas dinginnya energi pada sushumna  atau seluruh tubuh.
               Apabila diantara kedua nadi ini salah satunya tidak seimbang   yang terjadi adalah  tubuh anda akan terasa panas sekali atau dingin sekali. Untuk itu harus diseimbangkan dengan meditasi  atau grounding. Contohnya, tangan kanan dan tangan kiri saling berhadapan satu sama lain. Lalu niatkan dari tangan kanan  mengalirkan energi panas ke tangan kiri. Sebaliknya dari tangan kiri mengalirkan energi dingin ke tangan kanan selama kurang lebih 10 menit.
               Saluran yang kiri, ida  nadi terletak pada sistem  nerves simpatik kiri diri anda. Sisi ini memunculkan sisi feminin atau Jalur Bulan, dan sisi ini adalah melambangkan masa lalu anda. Sisi ini juga yang mengatur emosi anda. Secara fisik  sisi tubuh kita diatur oleh jalur ini.Sisi kiri atau Ida Nadi melambangkan  keinginan murni  untuk mencari kebenaran.  Ketidaksesimbangan sisi ini atau  orang yang terlalu berat pada sisi kiri  akan selalu berada  dalam tekanan atau mudah terpengaruh oleh suasana. Inilah awal dari depresi karena hasrat dan emosi untuk memenuhi keinginan diri yang tiada  habisnya.  Tradisi Cina menyebut  sisi ini dengan aspek Yin (bulan/dingin/negatif). Dalam gambar Yin dan Yang, yang berwarna hitam sifatnya dingin.
               Jalur Bulan ini bermula di cakra mooladhara (cakra dasar), tepatnya cakra minor anus anda, dan naik di sisi kiri, memotong cakra ajna dan membentuk superego di belahan otak kanan. Ia membawa masuk  ke dalam kesadaran manusia ingatan akan masa lampaunya  untuk menunjang semua tindakannya. Sepanjang jalur ini tetap aktif, maka manusia memiliki keinginan untuk tetap hidup. Pengalaman masa lampau disimpan sebagai superego dan mempengaruhi semua pertimbangan kita.
4. Nadi Pingala
               Saluran di bagian kanan ini disebut “Pingala Nadi”. Bertempat di sistem nerves simpatetik kanan. Ini  dilambangkan dengan matahari, aspek maskulin dan masa depan.   Secara fisik jalur  ini memberikan aspek tindakan   dan kapasitas mental untuk analisa dan pertimbangan. Ini adalah sumber kreativitas  artistik, mengatur semua organ yang beradda di bagian tubuh kanan anda.
               Orang yang berat pada sisi  kanan ini mempunyai mental yang berani dan selalu memandang ke masa depan tanpa menghiraukan masa lalu, sangat aktif dan penuh perencanaan. Sisi buruknya adalah orang-orang seperti ini menjadi sangat ego dan agresif, gila akan kekuasaan. Orang Cina menyebut jalur ini  sebagai  jalur “Yang”  (sisi terang, panas/positif), tepatnya pada cakra minor ujung dari alat vital anda. Itu sebabnya energi dan api Kundalini dapat dengan mudah diakses melalui kedua jalur ini, karena letak gulungan Kundalini berada antara anus dan organ reproduksi. Dalam tradisi Tantrik Yoga  pembangkitan kekuatan api Kundalini dapat dilakukan dengan mengelola kekuatan seks.
            Jalur ini dikenal dengan nama Jalur Matahari. Ia bermula pada cakra swadhistana (cakra seks) naik disisi kanan memotong cakra ajna dan membentuk ego di belahan otak kiri. Ia menyediakan  saluran bagi energi aktif yang mencakup kegiatan mental dan fisik kita.

Minggu, 18 September 2016

Meditasi dalam terang ajaran Teresa Avila, meditasi dalam bentuk apa pun, apabila hanya cenderung berfokus pada tehnik, perlu diwaspadai

Oleh: Rm. Maximilian Kerit, CSE

Belajar dari spiritualitas dan penghayatan hidup doa dari Santa Teresa Avila, meditasi kristiani memiliki beberapa karakteristik, yakni: afektif, atentif, Kristus sebagai pusat, dan kontemplasi sebagai arah. Berikut ini sedikit uraiannya yang diambil dari tesis saya “Meditasi Kristiani dalam Terang Mistisisme Santa Teresa dari Avila” .

1. AFEKTIF

Bagi Teresa, doa ialah soal suatu percakapan, suatu dialog, suatu omong-omong dengan seorang Sahabat yang mencintai kita. Sahabat di sini ialah Allah sendiri. Jadi, suatu percakapan dengan Kristus dan Bapa dalam Roh Kudus. Oleh karena itu, bagi Teresa ketika orang berdoa yang dibutuhkan bukanlah banyak berpikir, melainkan banyak mencinta. Sedapat mungkin orang jangan sampai kehabisan kata-kata penuh kasih yang dapat dinyatakan kepada Bapa dan Kristus. Perbuatlah apa pun yang dapat mendorong untuk dapat semakin mencintai Dia. Gambar-gambar Kristus dan kisah-kisah hidup-Nya yang dinyatakan dalam Kitab Suci, juga sarana-sarana rohani lain, hendaklah dipakai dalam doa sejauh itu dapat membangkitkan rasa devosi dan cinta kepada Allah. Sebab doa dalam bentuk apa pun, termasuk juga meditasi, tidak lain dimaksudkan agar kita dapat semakin bersatu dalam kasih dengan Allah. Dengan demikian, kita pun menjadi paham bahwa ada semangat kontemplatif di balik semangat afektif yang ditekankan Teresa ini. Ternyata orientasi afektif ini memang membuat jiwa jadi kondusif dan terbuka untuk menerima rahmat kontemplasi, seperti yang sudah terbukti dalam hidup Teresa sendiri.

2. ATENTIF

Menurut Teresa, kesadaran dan perhatian menjadi bagian penting yang harus diperhatikan ketika orang mau berdoa. Kesadaran dan perhatian harus diarahkan pada Allah dan selalu dijaga untuk terus menyadari: apa yang sedang kita bicarakan, kepada Siapa kita berbicara, dan siapakah kita ini di hadapan Dia yang kepada-Nya kita sedang berbicara. Sikap batin yang tepat seperti inilah yang harus terus diperhatikan dan dihayati apabila orang mau berdoa. Hanya kesadaran dan perhatian seperti itulah yang membuat doa menjadi sebuah doa. Apabila kesadaran seperti ini belum ada, orang bisa dikatakan belum benar-benar berdoa.

Indera-indera, baik yang lahiriah maupun yang batiniah, perlu dipusatkan dan diarahkan kepada Allah. Misalnya, telinga (indera lahiriah) perlu diarahkan untuk terus mendengarkan pada kedalaman jiwa, suara Tuhan yang begitu lembut. Kehendak dan ingatan (indera batiniah) perlu diarahkan untuk mencintai dan mengingat Tuhan yang hadir dan yang selalu mau berbincang-bincang dengan kita pada kedalaman jiwa. Semangat atentif ini pada akhirnya perlu bermuara pada kehendak yang kian tumbuh untuk mencintai Tuhan. Atentif ini membawa kita pada resolusi, pada niat yang makin besar dan suci untuk mencintai dan mengabdi Tuhan. Atensi (perhatian dan kesadaran) dan niat sungguh-sungguh penting dalam hidup doa.

3. KRISTUS SEBAGAI PUSAT

Penghayatan doa dan meditasi Teresa amat bercorak “Kristus-sentris”. Seluruh hidupnya dibaktikan agar dia dapat semakin mengenal, mencintai, dan mengabdi Kristus. Bagi Teresa, Kristus sungguh merupakan “Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan” (lih. Yoh. 14:6). Hal ini sungguh dia hayati dengan konstan dan konsisten dalam hidup doanya.

3.1. Kristus yang Biblis

Dalam penghayatan hidup doanya, Teresa benar-benar telah menjalin persahabatan dan relasi dengan Kristus sebagaimana yang diwartakan dalam Kitab Suci. Misalnya, Kristus sebagai Jalan untuk mengenal Bapa, sungguh-sungguh dihayati dan amat ditekankan dalam ajaran-ajarannya. Begitu pula, Kristus yang menderita, yang diwartakan Kitab Suci dalam peristiwa Yesus berdoa di taman Getsemani, merupakan tema meditasi yang amat disukai Teresa.

3.2. Doa yang Baik ialah melalui Kristus

Di sepanjang perjalanan hidup doanya, dalam seluruh dinamika hidup mistiknya, persahabatan dengan Kristus sungguh menjadi agenda terpenting bagi Teresa. Bapa telah memberi diri-Nya dikenal melalui Kristus. Jalan untuk mengenal Allah ialah Kristus sendiri. Maka, doa yang makin otentik ialah doa yang makin bersatu dengan Kristus. Oleh karena itu, Kristus amat penting bagi setiap orang yang mau berdoa dan yang mau mempraktikkan meditasi yang kristiani. Pada tingkatan apa pun, entah itu pemula maupun yang telah maju dan yang telah mencapai kontemplasi, Kristus selalu penting dalam doa dan meditasi yang kristiani.

3.3. Kemanusiaan Kristus

Bagi Teresa kemanusiaan Kristus benar-benar sarana terbaik agar orang dapat bertumbuh dalam hidup doa. Devosi pada Kristus dan persahabatan dengan-Nya dapat menjadi persiapan yang terbaik agar jiwa dapat menerima rahmat kontemplasi. Mengapa? Sebab, Kristus ialah Allah yang menjadi manusia. Dengan menjadi manusia, Dia jadi Sahabat sekaligus Guru kita. Sebagaimana diuraikan Teresa dalam refleksinya tentang doa “Bapa-Kami”, Kristus tidak hanya mengajari kita berdoa, tetapi Dia juga berdoa bersama kita. Seluruh ajaran Teresa yang mendalam tentang hidup doa, mengalir dari persahabatan Teresa dengan-Nya. Kristus sendirilah yang sebenarnya mengajarkan kepada Teresa lorong-lorong doa yang mendalam. Oleh karena itu, dalam hal praktis, Teresa menyarankan kita untuk mengenal wajah Kristus, mengenal apa yang diperbuat-Nya ketika Ia menjadi manusia. Terlebih lagi, Teresa menghendaki agar kita mengenal dan menyadari penderitaan dan pengurbanan-Nya bagi kita. Kristus hendaklah menjadi figur yang selalu penting bagi siapa pun yang mau berdoa secara lebih serius dan mendalam. Meditasi kristiani beranjak dan bermuara pada persatuan dengan Kristus.

4. KONTEMPLASI SEBAGAI ARAH

Meditasi yang dihayati Teresa pada akhirnya menghantar Teresa pada kontemplasi. Semangat afektif yang dihayati Teresa ternyata cocok bagi situasi dan kondisi jiwanya sehingga dia menerima rahmat demi rahmat yang akhirnya membawa dia pada kontemplasi. Memang kontemplasi itu merupakan rahmat yang cuma-cuma dari Allah. Namun, bagi Teresa, ini bukan berarti kita tidak berbuat apa-apa untuk menerima rahmat itu. Kita perlu membuat jiwa kita makin kondusif dan makin terbuka menerima rahmat kontemplasi ini. Dalam hal ini, Teresa menempuh jalan active recollection. Meditasi Teresa yang afektif bukan lain merupakan upaya yang dapat dilakukan jiwa agar dirinya makin kondusif untuk menerima rahmat kontemplasi.

5. HARUS DIWASPADAI

Meditasi yang dilakukan Teresa sebenarnya amat sederhana. Teknik bagi Teresa tidak begitu penting. Yang penting ialah soal disposisi batin yang diarahkan pada Kristus. Orang tidak harus duduk bersila ketika mau berdoa. Memusatkan diri pada Allah bisa dilakukan di mana pun dan pada saat apa pun. Teresa hanya mengajarkan agar kita semakin menumbuhkan semangat cinta. Hal ini dapat dilakukan oleh siapa pun. Lain halnya dengan cara mengatur posisi tubuh yang ketat. Tidak semua orang bisa melakukannya. Dalam terang ajaran Teresa, meditasi kristiani dalam bentuk apa pun, apabila hanya cenderung berfokus pada tehnik, perlu diwaspadai. Begitu juga praktik-praktik yang semakin menjauh pada Kristus, perlu diwaspadai dan dicermati.
https://m.youtube.com/watch?

Kamis, 01 September 2016

Apa yang Engkau Minta Maka itu yang Engkau Peroleh, Kendati saat Meditasi sekalipun.

~ DOA ~

+
Hati Yesus Yang Maha Kudus,
aku menyerahkan diriku pada hati-Mu Yang Maha Kudus pada hari ini. Kuasailah seluruh pribadiku, ubahlah aku menjadi seperti Engkau. Jadikanlah tanganku menjadi tangan-Mu, kakiku menjadi kaki-Mu, hatiku menjadi hati-Mu.
Ijinkanlah aku melihat dengan mata-Mu, mendengar dengan telinga-Mu, berkata-kata dengan bibir-Mu, mengasihi dengan hati-Mu, memahami dengan pikiran-Mu, melayani dengan kehendak-Mu dan mengabdikan seluruh kepribadianku.
Jadikan aku serupa dengan Engkau.
Hati Yesus Yang Maha Kudus, utuslah Roh Kudus-Mu untuk mengajar aku agar mengasihi-Mu dan hidup melalui Engkau, dalam Engkau dan untuk Engkau.

Datanglah Roh Kudus, jadikan tubuhku bait-Mu. Datanglah, dan tinggallah dalamku selamanya. Beri aku kasih terdalam kepada Hati Yesus Yang Maha Kudus untuk dapat melayani Dia dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatanku.
O Roh Kasih Yang Kudus, beri aku rahmat-Mu yang ampuh itu dengan berlimpah.
O Trinitas Yang Maha Kudus, jadikanlah jiwaku bait-Mu yang kudus.
Amin +

† Per Christum et cum Ipso et in Ipso

Rabu, 31 Agustus 2016

Tubuh Manusia bukan Ember atau Ban

Secara teorinya overload energi adalah kelebihan energi yang dialami praktisi didalam tubuhnya, logikanya diibaratkan tubuh adalah ember, jika ember terisi air sampai penuh, maka ember tidak mau diisi lagi, air akan tumpah dari tepi terendah ember itu. Tetapi berbicara tubuh dan energi tidak sesimpel berbicara ember dan air. Alasannya, jika tubuh sudah penuh dengan energi, maka tubuh tidak dapat secara otomatis mengeluarkan energi yang ada didalam tubuh praktisi, jika hal ini tidak dipahami itulah sebabnya overload dapat sampai merusak cakra(fatal),

(Anda dapat membandingkan tubuh dengan ban mobil misalnya, jika ban dipompa hingga kapasitas melebihi ban, maka apa yg akan terjadi, jika tidak meledak ban akan melar dan menipis, demikian pula cakra anda dan badan anda akan merespon desakan energi anda yg berlebih dan jalan satu-satunya iya dikempesin lewat pentil, itu jika ban)

Tapi manusia mempunyai pentil banyak dibeberapa titik yg terkadang tertutup kotoran atau yang lainnya, jadi kenapa tidak digunakan membuka pentil-pentil ditubuh yang tertutup?

Jika hanya overload biasa mungkin hanya terasa sensasi energi seperti panas dibadan, tidak bisa tidur, badan pegal-pegal seperti habis berjalan jauh, dan banyak lagi. Yang menjadi masalah, secara teori kita dapat mengerti dan dapat paham bagaimana  jika praktisi mengalami overload energi, jika blocking energi, jika jalur tersumbat, jika sistem energi acak-acakan, lalu pertanyaannya, dapatkah kita tahu itu semua jika tidak mengalaminya sendiri? sementara rasaku tidak sama dengan rasa anda, lalu bagaimana donk.

Setiap praktisi mau tidak mau memang harus dan mungkin mutlak harus mengalaminya. Disamping guna menambah wawasan dan pengalaman berenergi, praktisi juga mampu mengatasi, dengan catatan sesuai dengan kapasitas energi yang dimiliki, jika permasalahan jalur energi, sistem energi, cakra rusak karena kesengajaan pihak asing dengan power wah, tentu praktisi harus dan wajib meminta bantuan praktisi yang mampu mengatasinya.

Sharing pengalaman sesama penggemar kundalini hanya membatu praktisi untuk mudah memahami semua itu, tentu harus menyesuaikannya dengan teori yang ada tentunya.

Sering saya bertanya sendiri, apakah kundalini tidak dapat dibangkit dalam waktu yang singkat? Saya yakin bisa, hanya lebih banyak sisi negatifnya untuk tubuh dibanding kebaikannya, pengetahuan dan pengalaman pun tidak memadai, seperti pilot selalu ditanya sudah berapa lama jam terbangnya, jika masih 3 hari, investor/perusahaan armada udara akan berbikir dan terus berpikir untuk mengambil keputusan, apakah pilot itu dipakai atau tidak. Tubuh bukanlah ember/ban, yang tidak berpengaruh terhadap air walau apapun yang terjadi. maaf jika tidak sesuai.

Salam, _/|\_




Ditulis Oleh Rex Johannes & Pak Yoja Mohammad.

Tehnik Berbahaya dan Energi Pelindung

Didunia metafisika banyak sekali tehnik_teknik yang diluar nalar dan dampaknya sangat beresiko terhadap praktisi-praktisi itu sendiri.

Tehnik yg berbahaya ini hampir tidak ada yg membahasnya secara umum, kalaupun ada yang mengupasnya/mencari tahu sendir secara diam-diam, karena memang sangat merugikan orang lain.

Diantara tehnik-tehnik tersebut adalah

1. Tehnik menutup cakra
2. Tehnik menutup inisiasi
3. Tehnik kuncian
4. Tehnik mengacak-acak jalur, dll

Jadi jangan berpikir hanya lempar-lempar bola energi saja, tetapi juga perlu berpikir ... bagaimana jika ketemu orang yg levelnya lebih tinggi dan sudah menguasai tehnik-tehnik yang diluar nalar anda.

Kehati-hatian itu penting, tetapi lebih penting lagi wawasan yang luas.


___________________________________________


Pelindung Energi

Apasih hebatnya pelindung energi yg kita buat ?

Semakin tinggi ilmu yang dimiliki seseorang maka pelindung diri sudah tidak dipikirkan dan bukan lagi menjadi kendala untuk memasuki tubuh orang.

Ada banyak cara untuk dapat masuk ke tubuh orang dan ada banyak macam  kemampuan untuk memasuki tubuh seseorang tanpa diketahui oleh orang tersebut.

Jika pernah anda pernah ditrawang

Pernahkah anda merasakan energi yang menerawang anda ?

Jika tidak, kenapa orang yg menerawang anda bisa tahu keseluruhan energi anda.. sedang anda menggunakan shield dan tak terasa kapan orang tersebut masuk ke tubuh anda.

Jika terawang saja mampu menembus tubuh anda tanpa anda ketahui, lalu apa susahnya energi orang lain masuk tubuh anda ?

Jangan bangga dg pelindung... pelindung hanya 1 persen berpengaruh ke orang lain untuk masuk tubuh anda.

Apa hebatnya pelindung energi?
-Tinggal tanya balik, pelindung energi yang bagaimana/bersumber dari mana yg di maksudkan pertanyaan?

Bila langsung tanpa perantara pelindung energi itu bersumber dari sang pencipta sumber energi itu sendiri, maka pertanyaan jadi terbalik.  Apa bisa pelaku energi menembus/mengalahkan sang pencipta energi?

Dan hanya kekasih Tuhanlah yangg di karuniai kemurnian energinya.(terlindungi)

Salam, _/|\_

3 Cerita Pendek Zen Mengungkapkan Palajaran Terbesar.

Cerita Zen seringkali singkat, tapi penuh akal dan kebijaksanaan. Mereka adalah bagian besar dari apa yang membuat tradisi ini menarik dan ...