Sabtu, 30 Juli 2016

Manusia sendiri yang mengolah energi kemudian membedakannya

Sering membaca postingan master master Senior bahkan Grand Master sering menyebut dan membuat difinisi masing masing tentang energi yg di imajinasikannya  dg istilah yg beragam dimulai dg Energi Ilahi , kemudian energi alam semesta , kemudian energi reiki , energi prana , energi kundalini , energi bio dan energi olahan diri sendiri dan lain lain sebutan / difinisi lainnya .

Semua sebutan atau energi tersebut sebenarnya sama saja tidak berbeda karena ada atau tidaknya tergantung manusianya sendiri yg mengolahnya untuk membedakannya .

Yang jelas secara alam semesta , seluruh molekul , partikel , atom , quraks yg ada dialam semesta ini semuanya juga mempunyai energi masing masing .
Namanya energi alam semesta sudah pasti sesuatu yg dapat bereaksi dg energi lainnya sehingga dapat diartikan bukan energi yg mati  ( Difinisi energi itu hidup )

Tetapi manusia mungkin mahkluk yg sangat spesial , shg mampu  utk menciptakan sebuah difinisinya dg membagi berbagai klasifikasi nama nama energi sesuai dg yg ingin diolahnya ,,  Dan sebagian praktisi memakai nama Ilahi shg seolah  dianggap sangat sakral , padahal sesungguhnya nama itu juga bisa ada karena manusia sendiri yg menciptakan namanya .

Saya merenung sambil bertanya :

Apakah sudah benar bila kita menyebut semua energi olahan yg kita ciptakan tsb adalah energi yg sama tetapi mrmpunyai  nama nama yg berbeda sesuai yg diimajinasikannya ,misalnya dg nama energi Ilahi atau Alam semesta atau Reiki atau Kundalini atau Prana atau nama lainnya ,, sesuai dg yg kita harapkan / imajinasikan / visualisasikan yg kita anggap energi sakti yg pintar yg tidak terbatas fungsi ruang dan waktu ?

Dari pertanyaan diatas , timbul pertanyaan lainnya yg berkaitan .

Manakah yg lebih sakti , apakah manusia nya yg menciptakan energi tsb yg sakti atau energi ciptaaan manusia tsb yg sakti ??

Bagaimana kita berlatih meningkatkan kesadaran diri kita sendiri agar energi yg kita ciptakan dapat ampuh / sakti sesuai dg harapan yg ingin kita capai ??

Merenung dan bertanya pada diri sendiri agar dapat memahami filosofisnya utk belajar menyadari dari kedua pertanyaan tsb.

Menyimak sambil menunggu bi
sikan bisikan para sahabat utk sharing pencerahannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 Cerita Pendek Zen Mengungkapkan Palajaran Terbesar.

Cerita Zen seringkali singkat, tapi penuh akal dan kebijaksanaan. Mereka adalah bagian besar dari apa yang membuat tradisi ini menarik dan ...